Tumbuhnya Psikologi Eksperimen dan Awal Psikologi Modern
Tumbuhnya Psikologi Eksperimen dan Awal Psikologi Modern
Nama : Hanum Nabilah
NIM : 2310321011
Kelas : A
Dosen Pengampu : 1. Diny Amenike, M.Psi., Psikolog
2. Mafaza, S.Psi.,M.Sc
3. Puji Gufron Rhodes, S.Psi, M.Si,
A. Perbedaan
Individu
individu
adalah suatu bagian terkecil dari kelompok, baik berupa anak-anak, remaja,
orang tua, dengan kata lain dapat disebut perorangan. Individu memiliki ciri
khas tersendiri dan dengan ciri khusus tersebutlah yang dapat membedakannya
dari individu yang lain. Meski seseorang itu kembar sekalipun tidak mungkin
mereka 100% mirip seutuhnya, mereka memiliki ciri masing-masing. Perbedaan
individu ini dapat berupa perbedaan kepribadian, sifat, pikiran, dan lainnya.
Maka dapat disimpulkan perbedaan individu dapat diartikan sebagai suatu hal
yang dapat menjadi pembeda antara individu satu dan lainnya. Tentunya perbedaan
individu ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor seperti, lingkup
pertemanan, pola asuh orang tua, keturunan, budaya, dan lain sebagainya.
B. Penelitian Awal Mengenai Sitem Syaraf Pusat
·
Johannes Muller
Seorang
ahli fisiologi Inggris Charles Bell
melakukan penelitian yang rangkumannya tentang perbedaan anatomi dan fungsional saraf sensorik dan motorik.
Sebenarnya Johannes muller setuju dengan pendapat ini dan melakukan peninjauan
lebih lanjut.
Johannes
Müller seorang ahli fisiologi yang lahir di Jerman pada tanggal 14 Juli.
Seperti uraian sebelumnya, Muller menerima saran dari Bell, yaitu ia
mengemukakan bahwa saraf sensorik terbagi 5 jenis yang masing-masingnya
memiliki karakteristik, ketika mendapat rangsangan maka akan timbul sensasi
yang khas sesuai dengan bagaimana ia diransang, tidak peduli dengan jenis
ransangannya. Teori lama juga mengatakan apapun yang bersifat reseptor indera
saraf maka akan tersampaikan ke otak.
·
Von Helmholtz
Hermann Von Helmholtz merupakan
ilmuan terhebat pada abad ke-19, ia kelahiran Jerman pada tanggal 31 Agustus.
Helmholtz ialah seorang anak yang lemah dan tidak begitu pintar namun ia rajin
membaca buku ilmiah, ia juga dari keluarga yang tidak berkecukupan sehingga
orang tuanya tidak punya biaya untuk penelitian Helmholtz, lalu ia mengikuti
beasiswa kedokteran yang salah satu syaratnya setelah lulus harus mengabdi
selama 8 tahun sebagai ahli bedah tentara.
Saat dilantik jadi dosen anatomi di
Akademi Seni di Berlin, ia melakukan penelitian lagi yang terkenal tentang
konduksi saraf. Pada penelitian sebelumnya ia mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan
otot kaki katak dalam merespon, dengan mengandalkan jarak. Selain itu ia juga
mengukur respon yang terjadi pada manusia. Dalam penelitian ini saat mengukur
kecepatan konduksi saraf, respon memiliki peran penting. Namun dapat ia
simpulkan bahwa reaksi setiap objek pasti berbeda dan itu tidak dapat dijadikan
tolak ukur utama.
Dalam bidang penglihatan, Helmholtz
mengemukakan sebuah teori yaitu “teori penglihatan warna tiga” bahwa mata
manusia hanya peka terhadap 3 jenis reseptor berikut: merah, hijau, dan biru.
Berikut beberapa teori Herman Von Helmholtz :
1. Teori Persepsi
Fisiologi tubuh menyediakan mekanisme untuk tubuh itu sendiri berupa mekanisme sensasi, yang mana pengamat dulu memodifnya dari sensasi menjasi persepsi. Sensasi adalah suatu pengalaman sadar yang kita rasakan sedangkan persepsi adalah sensasi yang telah diberi tentang sesuatu yang pernah dialami atau disebut sebagai pengalaman. Contohnya seseorang yang dilahirkan dalam keadan buta maka ketika ia bisa melihat perlu untuk belajar melihat meskipun ia punya sensasi oleh alat visual.
2. Teori Visi Warna
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penglihatan memiliki 3 warna primer yakni: merah, hijau, dan biru yang mana jika ketiganya digabung akan membentuk warna lainnya. Contoh jika melihat lampu merah maka reseptor merah diransang dan seseorang itu memiliki pengalam warna merah dan begitu juga pada warna yang lain.
3. Teori Persepsi Auditori
Helmholtz menyempurnakan teori Muller bahwa telinga bukan satu-satunya reseptor Indera namun telinga ialah reseptor Indera yang paling kompleks, yang mana sistem pendengaran punya ribuan serat saraf yang memiliki spesifik atau caranya tersendiri, karena itulah dikatakan sebagai yang paling kompleks.
4. Teori
Tanda
Pandangan Helmholtz bahwa pikiran akan bekerja untuk menerjemahkan secara realitas dari segala sinyal yang diberikan sensor tubuh kepadanya. Helmholtz percaya bahwa ada keterkaitan antara kemauan, sensasi, dan refleksi dalam pikiran untuk menciptakan realitas eksternal.
·
Ewald Hering
Ewald Hering seorang ahli fisiologi
kelahiran Jerman yang terkenal dengan teori opponent-process yaitu melihat
warna dalam pasangan yang berlawanan. Misalkan jika dua warna diletakkan
bersamaan maka akan terlihat abu-abu, seperti merah dan hijau, biru dan kuning,
hitam dan putih. Ia berpendapat dari 3 jenis warna reseptor dapat direspon
dengan 2 cara, yaitu cara katabolik dan anabolik. Kapan dihasilkan sensasi
abu-abu, yakni ketika 2 warna yang sensitif reseptor dialamai bersamaan.
·
Franz Joseph Gall
Gall
percaya bahwa untuk mengukur kemampuan seseorang dapat dilihat dari jumlah
benjolan dan cekungan yang terdapat pada tengkorak. Analisis ini disebut
frenologi. Ia bahkan menghubungkan kepribadian seseorang juga dapat dilihat
dari fungsi otak. Gall memegang teguh prinsip frenologi ini bahkan pada masanya
frenologi sempat popular dan dianut oleh beberapa intelektual terkemuka Eropa, bahkan
frenologi juga terpakai dalam bidang pendidikan. Para ahli berpendapat dengan
adanya latihan akan lebih efekitf seperti halnya otot, maka pendidik mengambil
pendekatan yaitu otot mental.
·
Paul Broca
Broca merupakan seorang ahli bedah, ia menemukan bahwa kerusakan pada otak di sisi kiri korteks (yang sekarang dinamakan broca) dapat mempengaruhi kemampuan bahasa seseorang. Terbukti bahwa salah satu bagian pada otak dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang.
C.
Pertumbuhan psikologi eksperimen
Galileo menyatakan bahwa ilmu psikologi ini tidak mungkin ditambah dengan Hume mengatakan bahwa kita tidak bisa mengetahui tentang dunia secara fisik. Namun dengan seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan juga semakin maju, banyak yang dapat kita pelajari tentang dunia fisik. Kita mempelajari reseptor indera, mengubah rangsangan fisik menjadi impuls saraf serta dimana tempat pemberhentian dari impuls saraf itu sendiri. Tentang keberadaan kesadaran dan apa yang menyebabkan kesadaran. Sensasi sadar didapat dari proses otak.
D.
Konsep Psikologi Modern Menurut
Wundt, Edward B Titchener, dan Pendekatan Lainnya
Wilhelm
Maximilian Wundt atau kerap kita panggil dengan Wundt dijuluki sebagai bapak
psikologi eksperimental dikarenakan ia melakukan penelitian terhadap dirinya
sendiri. Ia melanjutkan study sebagai mahasiswa kedokteran namun karena
terpengaruh oleh Muller ia nimbrung di fisiologi eksperimental. Wundt sangat
percaya bahwa psikologi eksperimental dapat digunakan untuk meneliti kesadaran
seseorang namun memang tidak bisa untuk proses mental. Sampai-sampai ia
mendirikan sebuah laboratorium dengan nama Institute for Experimental
Psychology yang menjadi sangat popular pada masa itu.
Tujuan psikologi itu sendiri bagi Wundt yaitu untuk meneliti dan memahami proses kesadaran seseorang baik yang sederhana maupun yang kompleks. Dengan segala kegigihan Wundt dalam mempertahankan pendapatnya mengenai psikologi eksperimental akhirnya konsep Wundt dipakai dalam psikologi modern tetapi masih saja terdapat bantahan atau perbedaan pendapat.
· Edward
Bradford Titchener
Titchener
lahir di Inggris 11 Januari, ia belajar selama dua tahun dengan Wundt, bahkan
ia menerjemahkan edisi ketiga dari buku Wundt ke dalam bahasa inggris.
Titchener mempunyai pendapat yang sama dengan Wundt, bahwa psikologi perlu
mempelajari dari pengalaman sendiri yaitu kesadaran agar terasa lebih nyata. Titchener
menjelaskan bahwa proses kesadaran dipengaruhi oleh sensasi (elemen persepsi),
gambaran, dan elemen emosi.
Menurut
Titchener psikologi adalah suatu ilmu sains yang mana berkaitan dengan fakta.
Psikologi bukanlah suatu ilmu tentang baik atau buruknya, sakit atau sehatnya,
tapi psikologi adalah sebuah fakta atau nyata. Ditegaskan sekali lagi bahwa
pendapat Titchener tentang psikologi harus mempelajari pengalaman yaitu
kesadaran yang mana pengalaman berlaku seumur hidup.
·
Franz Clemens Brentano
Brentano
sangat setuju dengan pendapat Wundt tentang batasan psikologi eksperimental.
Menurut Brentano hal terpenting dalam pikiran bukan isinya melainkan bagaimana
aksinya, pendapat ini dinamai sebagai psikologi tindakan. Dapat diartikan bahwa
pikiran kita dapat berfokus terhadap bagaiman bentuk tindakan yang dilakukan
dari pada apa yang kita pikirkan. Ia juga memakai introspeksi fenomenologis,
bagaimana sebenarnya pengalaman itu terjadi secara utuh, baginya pikiran itu
aktif bukan pasif. Brentano lebih mengutamakan komunikasi lisan dibandingkan
tulisan ini terbukti dengan ia hanya sedikit menulis semasa hidupnya.
·
Carl Stumpf
Stumpf
adalah seorang yang menyukai musik, ia belajar dengan Brentano dan terpengaruh
olehnya. Karya Stumpf yang paling terkenal yaitu psikologi nada, ia juga
mendirikan sebuah laboratorium psikologi di Universitas Berlin yang mana
menjadi pesaing dari laboratorium Leipzig. Stumpf berpendapat bahwa psikologi
berdasar pada fenomena mental bukan atas dasar kesadaran. Pendapat ini mengarah
pada fenomenologi yang kemudian menjadi pegangan bagi Psikolog Gestalt.
·
Edmund Husserl
Husserl
juga belajar dengan Brentano dan bekerja dengan Stumpf. Bagi Husserl jika
mempelajari intensionalitas hanya mengarah pada satu pengetahuan yakni orang
yang beralih ke lingkungan. Baginya ada dua tipe introspeksi, yang pertama
secara subjektif dan yang kedua secara deskriptif. Karena yang terakhir
berfokus pada prosesmental maka dikatakan sebagai fenomenologi murni.
·
Oswald kulpe
Kulpe
begitu tertarik terhadap banyak hal, seperti musik, filsafat, psikologi. Karena
keterterikannya pada bidang filsafat ia menulis lima buku tentang filsafat.
Kulpe juga belajar dengan Wundt sehingaa tertarik dengan psikologi, tak jarang
mereka juga sering berbeda pendapat. Wundt berpendapat bahwa pikiran mengarah
pada sensasi, citra atau perasaan tapi menurut Kulpe pikiran itu juga bisa
tanpa bayangan pendapat ini disebut juga dengan pikiran tanpa imajinasi. Wudnt
mengemukakan bahwa proses mental yang tinggi tidak bisa terselesaikan secara
eksperimental, hal ini dipraktikkan oleh kulpe dengan metode eksperimental
sistematis, dengan memberi masalah pada subjek lalu memintanya untuk
menyampaikan bagaimana proses mentalnya bereaksi saat menyelesaikan masalah
tersebut.
·
Herman Ebbinghaus
Herman
Ebbinghaus sebelum menyandang gelar doktor ia menyempatkan diri menulis tentang
filsafat Hartmann tentang alam bawah sadar. Puncak penelitiannya pada
sebuah monograf yang membahas tentang memori, apalagi pendapatnya mengenai
pembelajaran dan ingatan masih berlaku sampai sekarang. Ebbinghaus juga
menerbitkan artikel pertamanya mengenai kecerdasan anak sekolah. Ia menemukan
bahwa dalam pembelajaran pada proses mengingat, jika seseorang sering mengulang
beberapa kata sulit maka tingkat lupanya akan berkurang.
Contoh
aplikasi dalam kehidupan :
1. Dalam
proses pembelajaran, guru dapat memahami bahwa setiap individu itu berbeda.
Setiap orang memiliki minat, bakat, metode belajar yang berbeda dengan memahami
itu guru dapat menyesuaikan metode pembelajaran yang efektif.
2. Menurut
Ebbinghaus yang membahas mengenai memori, dapat kita aplikasikan dalam
kehidupan disaat kita ingin menginat sesuatu dalam jangka waktu yang lama dan
permanen maka perlu untuk dilakukan pengulangan sesering mungkin.
3. Pendapat
Paul Broca mengenai kemampuan Bahasa seseorang dapat dilihat dari otak bagian
kiri, aplikasinya yaitu kita bisa tahu jika seseorang lambat dalam bahasa maka
yang bermasalah adalah otak bagian kiri (broca)
Referensi
:
1. Hergenhann,
B. R. (2018). An Introduction to the History of Psychology. USA: Michele Sordi.
2. Karim,
Bisri Abdul (2020) Teori Kepribadian dan Perbedaan Individu. Diakses
pada 9 September 2023 dari https://jurnal.fai.umi.ac.id/index.php/eljour/article/view/45
Komentar
Posting Komentar